Valve Rothschild – Siapa sih yang tidak kenal Didalam perusahaan Valve? Perusahaan besar Di industri video game yang Menyediakan platform layanan pembelian game tersebut sangat populer Didalam dulu hingga sekarang. Meski begitu, mereka tidak lepas Didalam berbagai macam Perkara Pidana Hukum gugatan Didalam pihak luar Di jalur hukum.
Diketahui Valve Mendominasi gugatan Pada Perkara Pidana Hukum gugatan Didalam Rothschild beserta pihak Yang Berhubungan Didalam Di persidangan. Seperti apa kronologi kasusnya?
Kronologi Valve Mendominasi Gugatan Pada Rothschild dan Pihak Yang Berhubungan Didalam Di Persidangan
Ke awal pekan ini, Lembaga Proses Hukum Distrik AS Untuk Distrik Barat Washington memutuskan Perkara Pidana berpihak kepada Valve Corporation Di gugatan yang mereka ajukan Ke 2023 Pada Leigh Rothschild dan perusahaan-perusahaan yang Yang Berhubungan Didalam dengannya.
Perusahaan game tersebut Mendominasi Ke semua Nilai gugatan, termasuk soal Kartu Peringatan Kesepakatan serta Kartu Peringatan Pada Undang-Undang Pra-Penanganan Patent Troll dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen milik Negeri Pada Washington.
Valve sendiri tidak hanya menggugat satu perusahaan, tapi juga menarget beberapa perusahaan milik Rothschild. Setelahnya proses hukum Di bertahun-tahun berjalan lambat dan berlarut-larut, Perkara Pidana Hukum tersebut akhirnya selesai dan juri memutuskan bahwa perusahaan video game ini Mendominasi Ke semua Nilai sengketa dan seluruh klaim yang diperdebatkan.

Lembaga Proses Hukum menilai bahwa Ke 2022, Rothschild telah melanggar perjanjian lisensi Ke 2016. Samping Itu, Lembaga Proses Hukum juga Mengungkapkan bahwa Rothschild tidak punya “alasan yang sah” atas tindakan mereka yang secara tegas menolak memenuhi kewajiban Di perjanjian tersebut, sebagaimana tercantum Di surat mereka kepada Valve Ke 2023.
Yang paling krusial, Lembaga Proses Hukum menegaskan bahwa Leigh Rothschild dan berbagai perusahaan yang Yang Berhubungan Didalam dengannya terbukti melanggar Undang-Undang Washington tentang Pra-Penanganan “patent troll” serta Undang-Undang Perlindungan Konsumen.
Rothschild yang dinyatakan bersalah diwajibkan membayar ganti rugi hingga 25,000 Matauang Asing AS Di perusahaan video game tersebut, Mengungkapkan bahwa paten yang Dari Sebab Itu pokok sengketa Di gugatan itu tidak sah dan Menyediakan perintah Lembaga Proses Hukum (injunction) Untuk melindungi perusahaan milik Gabe.
Berawal Didalam Salah Satu Paten yang Dimiliki Rothschild

Perkara Pidana Hukum Antara Valve dan Rothschild bermula ketika perusahaan milik Gabe menuduh bahwa Leigh Rothschild, Rothschild Broadcast Distribution Systems LLC, Display Technologies LLC, Patent Asset Management LLC, Meyler Legal LLC, serta Samuel Meyler melakukan klaim Kartu Peringatan paten Didalam itikad buruk, plus tuduhan lainnya.
Paten yang dimaksud adalah US8856221B2 dimana Ke intinya Menyoroti sistem dan metode Untuk menyimpan konten siaran Ke platform komputasi berbasis cloud. Hak atas paten itu dimiliki Dari Rothschild Broadcast Distribution Systems (RBDS).
Lalu Ke tahun 2016, perusahaan game tersebut Merasakan lisensi Untuk paten tersebut (dan juga paten lain Di portofolio milik Rothschild) Didalam status “berlaku selamanya, tidak bisa dicabut, bebas royalti, sudah lunas, dan berlaku Ke seluruh dunia.”
Akan Tetapi Ke 2022, Display Technologies (DT) menggugat Valve Sebab dituduh melanggar salah satu paten yang sebenarnya sudah termasuk Di perjanjian lisensi mereka. Setahun setelahnya, Valve kembali Memperoleh surat tagihan atau klaim Didalam pengacara Rothschild soal paten US8856221B2. Skuat pengacara Valve yang sudah merasa ini keterlaluan akhirnya mengajukan gugatan balik.
Baca juga informasi Memikat Gamebrott lainnya Yang Berhubungan Didalam Valve atau artikel lainnya Didalam Arif Gunawan. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].
Artikel ini disadur –> Gamebrott.com Indonesia: Valve Mendominasi Gugatan Pada Rothschild dan Pihak Yang Berhubungan Didalam Di Persidangan











